Blitar– Salah satu pelaku usaha mikro yang terletak di kelurahan Tawangsari Garum ini, sebagai contoh usaha yang tetap bertahan dan berjuang menghadapi dampak pandemi cowid 19, dan memilih tetap bertahan menjalankan bisnis usaha pembuatan roti kering .
Andik Eko Arnowo Adi pegiat milienia ini, ditemui dirumahnya jalan Arjuno 52 lingkungan Ngebrak kelurahan Tawangsari, kepada media ini menceritakan, Aisa Cookies dibangun dengan susah payah.
Andik yang sebelumnya berusaha dibidang peternakan yang digeluti sudah berkali kali jatuh bangun, tak ada kepeng sesenpun usahanya menghasilkan talen, nampaknya disiplin ilmu tak membuahkan apa apa sebagai sarjana peternakan, berawal dari coba coba dengan pengalaman sang istri yang piawai membuat roti, ditengah keputus asaanya timbulah inspirasi untuk banting setir membuat roti dan membuat outlet kecil dekat rumah.
“Alhamdulilah mas buah kesabaran dan ketekunan usaha baru membuat roti berlabel Aisa Cookies ini saya sudah bisa menghidupi 30 pekerja, dan ada beberapa outlet yang bisa kerjasama seperti oulet odabli, toko omaku,” katanya.
Selain di Blitar karena prinsip menjaga mutu dan kwalitas produk Aisa Cookies juga termasuk laku di sejumlah kota di Jawa Timur diantaranya seperti Tulungagung, kediri malang raya. sidoarjo. Pihaknya juga menjelaskan roti keringnya selain murah namun bukan berarti barang murahan karena menjaga mutu itu sangat penting agar tidak mengecewakan konsumen dan berlabel halal.
“Ini kan produk makanan olahan yang dimakan oleh manusia saya tidak bisa sembrono, termasuk memperdagangkan barang yang sudah kadalu warso, jangan sampai karena kita ini yang sudah susah akibat covid 19 ditambah lebih susah, misalnya keracunan akibat makan olahan UMKM,” ujarnya.
Pihaknya juga mengakui dampak covid 19 sempat membuat kelabakan, omset menurun hingga 50 persen lebih gara gara pandemi, beruntung ada kebijakan dari Pemkab Blitar melalui Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Menengah, dan hal ini bagai ketiban durian runtuh, meskipun jumlah orderanya masih sedikit, tetapi itu sangat berarti bagi Aisa Cookies.
“Ya disukuri saja mas, yang penting karyawan kami tidak libur stay home, dan sekali lagi semuanya bila disukuri akan ada hikmah tersendiri mas, kami akan tetap konsisten menjaga mutu, apalagi produk kami termasuk salah satu produk yang diambil pemerintah untuk bantuan sosial warga terdampak covid 19,”pungkasnya.( Adv/Kmf/za)










