Blitar – Kewaspadaan masyarakat Kabupaten Blitar perlu ditigkatkan lagi, siskamling harus digalakan lagi, ini karena menyusul aksi pencurian yang banyak terjadi ahir ahir ini diwilayah hukum Polres Blitar. Aksi pencurian hewan (Curwan) kali ini dialami oleh korban warga Dusun Selorejo RT 03 RW 01 bernama Edi Purnomo (46).
Peristiwa itu sendiri baru diketahui oleh sang pemilik sekitar jam 6 pagi, ketika hendak memberikan pakan di kandang sapinya tidak berada ditempat, semula korban mengira hewan miliknya hanya keluar kandang disekitarnya, namun setelah korban melakukan pencarian disekitar lokasi, baru menyadari kalau semalam ada maling mencuri hewan miliknya .
Kapolres Blitar AKBP Ahmad Eko Fanani melalui Kasubag Humas AKP Imam Subechi mengatakan, menurut keterangan korban kepada penyidik Reskrim Polsek Selorejo, sebelumnya sapi nya ditaruh dikandang dekat rumah masih utuh, namun begitu keesokan paginya korban ini ketika hendak menuju kandang bermaksud member pakan, tenyata 2 ekor sapi milihknya raib digondol pencuri.
“Dari hasil olah TKP yang dilakukan oleh petugas, cara pelaku mencuri dua ekor sapi itu dengan merusak kandang. Itu bisa dilihat dari bekas kerusakan yang ada di bagian belakang kandang yang terbuat dari bambu,” kata Imam Subechi (29/11/20).
Imam Subechi lebih lanjut mengatakan, saat melakukan olah kejadian perkara, saat itu anggauta Polsek Selorejo ini juga menemukan bekas ban kendaraan roda 4 yang berjarak 300 meter dari kandang milik Edi. Dengan kejadian itu Polisi menyimpulkan bahwa pelaku pencurian dilakukan lebih dari satu orang, dan dua ekor sapi milik Edi dibawa oleh pelaku dengan cara dituntun dan di naikan ke atas kendaraan roda empat.
Lanjut Imam, keberadaan kandang sapi yang hanya berjarak 30 meter di depan rumahnya. Pagar kandang dibuat dari bambu yang hanya diikat menggunakan tali sebagai pagarnya sehingga mudah di lepas, aksi nekat itu tak diketahui tetagga sekitar maupun korban sendiri,karena sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP) tidak ada lampu penerangan, sehingga tidak akan kelihatan bila ada seseorang yang akan berniat jahat, selain itu juga karena faktor tidak adanya kesadaran masyarakat melakukan Siskamling.
Dari kejadian tersebut korban ditaksirkan menderita kerugian sekitar Rp.45 juta akibat kehilangan 2 ekor sapi, sejak dilaporkan kejadian itu, saat ini petugas sedang melakukan penyelidikan dan pencarian terhadap para pelaku. (za)










