Blitar – Dinamika politik di Kabupaten Blitar nampaknya masih landai landai saja, pasalnya hingga hari ke tiga masa kampanye ini masih belum nampak kegiatan dari masing masing pasangan calon Rabu (30/09/20 ).

Misalnya dari kubu Petahana sendiri yang mengusung incumbent Drs.Rijanto-Marhaenis Urip Widodo, hari ini masih melakukan konsolidasi internal partai, begitu pula dengan pasangan penantang Mak Rini-Makde Rahmad.

Kendati demikian agar tercipta kondusifitas di Kabupaten Blitar, aparat sudah siaga menjalankan protap tahapan Pilbup Tahun 2020 di Kabupaten Blitar, aparat keamanan TNI – Polri dari Polres Blitar dan Kodim 0808 Blitar menyiagakan 1.000 lebih personelnya.

Kapolres Blitar, AKBP Ahmad Fanani Eko Prasetya bersama Dandim 0808 Blitar, Letkol Arh Dian Musriyanto ketika ditanya personel yang akan disiagakan untuk pengamanan dalam pelaksanaan tahapan Pilbup di Kabupaten Blitar.

“Yang petugas dari Polres Blitar serta seluruh jajaran, kami sudah siapkan sekitar 550-600 personel,” kata Fanani.

Selanjutnya Polri ini di back up dengan ditambah oleh personel TNI, yang nanti juga akan disiapkan oleh Kodim 0808 Blitar. Dari TNI akan disiapkan sekitar 500 personel, untuk membantu pengamanan Pilbup tahun ini. Sehingga total ada sekitar 1.000 personel TNI – Polri yang akan melakukan pengamanan, jalannya tahapan Pilbup mulai dari penetapan Paslon Bupati – Wakil Bupati Blitar.

“ Tugas pengamanan dulakukan sampai dengan saat pencoblosan tanggal 9 Desember 2020, hingga penghitungan suara dan penetapan pemenang Pilbup,” jelas AKBP Fanani.

Kapolres lebih lanjut menyampaikan, seluruh pelaksanaan tahapan dalam Pilkada tahun 2020 ini semuanya termasuk kategori rawan, karena saat ini dalam masa pendemi Covid-19. Mulai penetapan Paslon, pengundian nomor, kampanye, pencoblosan, penghitungan suara dan penetapan pemenang.

Ditandaskan AKBP Fanani selain pengamanan selama pelaksanaan tahapan Pilkada di Kabupaten Blitar, TNI – Polri juga menegakkan disiplin Protokol Kesehatan untuk pencegahan Covid-19.

“Dengan kondisi seperti ini kami tidak hanya menjaga Kamtibmas, tapi juga disiplin Protokol kesehatan Covid-19,” tandasnya.

Bersama jajaran TNI, Polri akan bertindak tegas, terhadap siapa pun baik peserta Pilkada (Paslon), Parpol (pengusung dan pendukung) dan simpatisan harus patuh dan taat menerapkan Protkes. “Kami tidak pandang bulu, siapa pun yang melanggar akan ditindak tegas dan diberikan sanksi,” tegas Fanani.

Lanjut Fanani, sesuai Inpres No 6 Tahun 2020 dan Maklumat Kapolri No 3 Tahun 2020, TNI – Polri membantu penegakkan dan pedisiplinan Prokes. Terutama saat Pilkada, agar tidak terjadi kluster baru yang menyebabkan terjadinya penyebaran Covid-19, ini benar benar harua ditegakan (za)