Blitar – Kontestasi Pemilukada Kabupaten Blitar tinggal beberapa hari lagi, sesuai tugas pokok dan fungsinya Badan Kesbangpol Kabupaten Blitar untuk mendukung terselenggaranya pesta demokrasi berkualitas.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Drs. Dicky Cubandono mengatakan, pihaknya terus berinofasi melakukan terobosan dalam rangka mensukseskan Pilkada serentak pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Blitar tahun 2020.
” Bukan hanya itu kami juga mempersiapkan terbentuknya Kampung Anti Narkoba, pada 2021 mendatang,”kata Dicky.
Lebih lanjut Dicky Cubandono juga menuturkan pihaknya saat ini punya tugas dan tanggungjawab yang harus ditunaikan yaitu mensukseskan Pilkada serentak Tahun 2020 ini yang sangat berbeda dengan Pilkada 2010 dan 2015, karena pada tahun ini dilaksanakan saat masa pandemi Covid-19 (30/11/2020).
“Menurut kami salah satu indikator suksesnya pelaksanaan Pilkada saat pandemi Covid-19, yakni meningkatkan jumlah pertisipasi pemilih dan penerapan Protokol Kesehatan (Protkes). “Karena pada kondisi normal tidak ada pandemi, Pilkada tahun 2010 dan 2015 partisipasi pemilih hanya sekitar 53 – 55 %,” jelasnya.
Apalagi target dari penyelenggara Pilkada yakni kPU, mematok target partisipasi sebesar 77 %. Target ini masih di bawah partisipasi saat Pileg dan Pilpres pada 2019 lalu, yang mencapai angka sekitar 83 %. “Sesuai amanat UU Pemkab juga memiliki tanggungjawab, untuk mensukseskan Pilkada di daerahnya masing-masing. Maka melalui Bakesbangpol dilakukan berbagai upaya dan terobosan untuk membantunya, karena Rakyat Berdaulat Negara Kuat,” ungkap Dicky.
Diantaranya dengan membentuk Tim Desk Pilkada, yang selalu berkoordinasi dengan KPU dan Bawaslu. Mulai tingkat Kabupaten, kecamatan hingga desa dan kelurahan. Untuk melakukan sosialisasi, mengenai pelaksanaan Pilkada 9 Desember 2020.
“Kami bahu mbahu bersama Muspika, PPK, Panwascam dan perangkat desa untuk mendorong pemilih menggunakan hak pilihnya dan mencegah golput,”harapnya.
Jadi Tim Desk Pilkada inilah yang berkeliling melakukan sosialisasi, selain datang ke lokasi juga daring melalui zoom. Untuk meningkatkan partisipasi pemilih, serta bekerja sama dengan Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 mengecek kesiapan penerapan Protkes dengan ketat.
“Agar tidak muncul kluster Pilkada, maka wajib hukumnya diterapkan Protkes Covid-19,” tegas Dicky.
Tugas terpenting lainya agar tidak kesandung hukum, terkait penggunaan anggaran, pihaknya juga melakukan telah menggelar Workshop tentang pengelolaan Dana Bantuan Parpol.
” Semua kita koordinasi dan mendatangkan pembicara dari Inspektorat dan BPK, untuk menghindari penyalahgunaan Dana Bantuan Parpol,”pungkas Dicky. (za)










