Blitar – Satu tradisi khasanah peninggalan leluhur memang tak bisa lekang oleh peradaban moderen, juga termasuk pada kondisi pandemi Covid 19 ritual susuk wayang tetap berlangsung.

Acara yang biasa dilakukan petani ketika musim hujan merupakan suatu berkah, karena saat itulah mereka bisa menanam padi. Sudah jadi tradisi masyarakat jawa menyambut musim tanam biasanya di awali dengan kegiatan membersihkan sumber air, kenduri bersama, biasa disebut “Susuk Walang“.

Seperti yang dilakukan warga dusun Tambakrejo Kledan, Desa Bangsri, Kecamatan Nglegok Blitar, melaksanakan kegiatan Susuk Walang untuk nguri-nguri warisan leluhur di Dam Dawuhan Kledan Rt.02 Rw.08. Jum’at, 4/12/2020.

Kerja bakti bersihkan saluran dan sumber air

Menurut Danang Ariyanto, selaku Kasun Tambakrejo Kledan, bahwa kegiatan seperti ini adalah tradisi peninggalan moyang dan wajib dilestarikan karena, banyak menyimpan makna dalam kehidupan sehari hari.

“Acara Susuk Walang sebelumnya dilakukan bersih-bersih, seperti membersihkan mata air sungai, inilah makna dapat diimplentasikan kebersihan jiwa raga,memohon pada Hyang Widi mengawali cocok tanam, bermunajad memohon keberkahan, agar diberi kemudahkan barokah dalam setiap bulir padi yang tumbuh nanti,” ungkapnya.

Susuk Wayang sudah tertanam dibenak masyarakat, tua muda saling bahu membahu memperbaiki saluran air, berbarengan munculnya wajah Sang Surya menembus atmosfir bumi dan menyentuh seluruh penghuninya.

Dengan teriring panjatan do’a keberkahan oleh Kepala Dusun yang di iringi dengan gemersik suara daun bambu dalam hembusan angin pagi yang sejuk, menambah sakralnya Susuk Walang masyarakat Kledan.

Danang Ariyanto juga berharap budaya leluhur ini bisa di lestarikan sebagai bentuk kearifan lokal masyarakat selalu terjaga.

“Secara umum warga kami masih tetap menjaga budaya leluhur, dan saya berharap kedepan kearifan lokal semacam ini dilestarikan, dengan harapan semoga panen tahun ini melimpah, masyarakat sejahtera, aman dan tentram,” pungkasnya.

Rajak, petani yang ikut dalam kegiatan pagi ini, menyambut baik kegiatan ini di ikuti anak muda, agar kelak bisa meneruskan tradisi ini.

“Syukur Alhamdulillah, kegiatan rutin setiap tahun ini selalu terlaksana dengan baik, ini warisan leluhur yang harus di jaga dan di lestarikan bersama, semoga anak-anak muda ini kedepan bisa melestarikan apa yang telah di wariskan nenek moyang, agar sumber air selalu terjaga,” pungkasnya. (za).