Kota Tangerang – Apel Siaga Bencana dan Hari Kesetiakawanan Nasional Tingkat Kecamatan, diadakan di Kecamatan Periuk, Minggu (20/12/2020).
Kegiatan ini berlangsung di halaman kecamatan periuk dan dihadiri oleh Danramil 06/Jatiuwung Mayor Arm Bambang Heryanto dan Camat Periuk Maryono, juga Kapolsek Jatiuwung.
Ormas Oemuda Pancasila kecamatan Periuk turut hadir bersama perwakilan Tagana Kota Tangerang, lurah, Babinsa, Ketua katar, PSM dan FPK kecamatan Periuk.
Menurut Tono Darussalam selaku ketua Pemuda Pancasila kecamatan Periuk, arti kesetiakawanan sangat penting.
“Ini apalagi menyangkut bencana, apalagi kecamatan Periuk, memang sudah menjadi warning untuk bencana banjir. Ketika ada event seperti ini, sangat penting menurut saya. Dengan cuaca seperti ini kita jadi benar-benar siaga. Artinya butuh sinergi dengan teman teman yang lain,” ujarnya.
Ia juga menambahkan peran Pemuda Pancasila dalam ikut serta menanggulangi bencana ialah selalu aktif dilapangan, dengan membantu masyarakat.
“Saat ada yang terkena banjir, kami pasti berkunjung ke merek yang menjadi korban banjir, bahkan melakukan aksi langsung di lapangan,” tambahnya.
Diketahui ada 30 anggota Pemuda Pancasila yang mengikuti apel ini, Untuk TNI sendiri yang mengikuti kegiatan apel ini mengerahkan 10 orang dari jajaran Koramil 06/jatiuwung dan dari Polri 10 orang dan total peserta semua apel 75 orang.
“Hari kesetiakawanan, ya kalo kita lihat dari kata kesetiakawanan ini kan menuntut kita saling bekerjasama, bergandengan tangan. Khususnya kemungkinan kemungkinan bencana. Pertama covid 19 belum selesai, ini membutuhkan kerjasama semuanya untuk mengurangi angka covid dan penularan. Dan yang harus di antisipasi adalah datangnya bencana banjir yang sudah event tahunan,” jelasnya Danramil 06/jatiuwung Mayor Arm Bambang Heryanto.
Menurut Danramil TNI sudah mensiagakan personil untuk sewaktu waktu terjadi bencana. Dan mensiagakan perlengkapan perlengkapan seperti dapur umum.
“Kalo di level Koramil sudah disiapkan untuk siaga, kemudian akan dibantu oleh kodim 0506/Tangerang, dengan mengerahkan personil 300 personil,” jelasnya.
“Alat-alat penanggulangan banjir dan menyiapkan tempat pengungsian, karena tempat pengungsian ini harus disiapkan betul, dan jumlahnya mungkin harus lebih banyak dari sebelumnya, karena kita tetap harus sesuai dengan protokol kesehatan, yang kapasitasnya mungkin hanya 50 persen dari yang biasanya digunakan,” tutupnya.
Saat ditanya tentang titik dapur umum, Danramil 06/Jatiuwung menjelaskan bahwa dapur umum akan berada di beberapa titik kelurahan yang biasa terjadi banjir.Aldo










