Blitar – Demi menjaga marwah Sang Proklamator, Calon Walikota Blitar Drs. Santoso, M.pd nyatakan sikap tidak akan membuat dirinya menjadikan kota Blitar kotor gara-gara birokrasi yang korup, apa yang jadi konsep dalam visi misi penyelenggaraan aparatur pemerintahan yang good governent, semua hanya bisa dilakukan oleh orang yang memiliki sikap jujur kerja iklas tanpa menuntut balas, serta konsep 11 program dijalankan sesuai Standar Operasional Prosedur, bekerja tanpa diawasi karena disiplin pribadi akan menciptakan iklim pemerintahan yang nyaman tanpa ada rasa ketakukan, dan terus berkomitmen menjaga marwah kota Blitar sebagai Bumi Proklamator dan bukan Bumi Koruptor.

Hal ini yang disampaikan oleh pasangan petahana Satrio Keren paslon nomor urut 2 saat debat publik ke 2 Calon Walikota dan Wakil Walikota Blitar tahun 2020 Selasa 10 November yang bertajuk Tata Kelola Pemerintahan dan Pelayanan Publik.

” Menjadi seorang pemimpin pada dasarnya bukan memikir masalah apa dan berapa imbalanya, tetapi apa yang harus diperbuat oleh seorang pemimpin demi untuk kemakmuran rakyat yang dipimpin serta membawa perubahan yang positif bagi daerah yang dipimpinya,” ungkap Santoso.

Menurut Santoso saat debat berlangsung pihaknya dengan konsep keteladan akhlakul Karimah harus menjadi modal dasar, karena sebesar apapun anggaran untuk pembangunan suatu daerah, bila tanpa didukung prilaku disiplin hati nuraninya, akan menjadikan sistem pemerintahan yang carut marut, karena lahirnya seorang pemimpin yang tidak memiliki jiwa kesatria, pengalaman sudah membuktikan, sejarah kelam bagi kota Blitar akibat salah memilih sosok pemimpin.

Dalam konteks debat pilkada Walikota dan Wakil Walikota kami paslon Petahana Satrio keren, lebih menyampaikan visi misi daripada mengkritisi, tak ada gading yang tak retak karena kesempurnaan hanya milik Sang Khaliq.
Membangun dimasa peradaban moderen,yang serba canggih, secanggih apapun produk manusia tentu tak bisa mengalahkan ciptaan Tuhan.

“Saya rasa cukup bisa dimaknai keterbukaan informasi publik penting,tapi menurut saya ada yang lebih utama yakni membangun sikap mental birokrasi agar tidak berprilaku menyimpang, prilaku pemimpin itu ya yang bisa digugu dan ditiru, dengan pengalaman sebagai seorang guru, Alhamdulilah apa yang saya lakukan tidak menjadi wagu dan saru,” cletuknya

Menurut Orang yang pernah mengabdikan dirinya selama 35 tahun sebagai pekerja negeri, modal berbakti sudah terbukti dan teruji dan tidak korupsi, maka idealnya membangun birokrasi yang sehat modal pertama yang mesti ada adalah integritas kejujuran masing-masing Sumber Daya Manusia (SDM) yang tidak berwatak koruptif.

” Jika hal ini sudah terbangun saya yakin tinggal menguatkan agenda birokrasi yang anti korupsi itu melalui pemanfaatan teknologi informasi atau IT di setiap proses perencanaan, pelaksanaan dan pertanggungjawaban pelayanan masyarakat,”ujarnya lagi.

Santoso meyakini, dengan menerapkan SOP, menghadirkan kecepatan kualitas pelayanan publik yang penuh transparansi dan akuntabel, birokrasi maka termasuk orang bejo bila memilih Santoso,APBD Semua untuk rakyat,bukan untuk kemakmuran pejabat dan kroninya pejabat. “Gak usah ngegas pol sluman slumun yang penting selamat.( za )