Blitar – Kekompakan dalam rangka memutus mata ranta penyebaran virus corona Covid 19, membutuhkan peranserta dan dukungan semua pihak, termasuk kepedulian masyarakat menerapkan protokol kesehatan, seperti menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak atau phsykal distancing .
Seperti yang dilakukan oleh Pemerintahan Desa Pojok Kecamatan Garum Kabupaten,menghadapi kehidupan normal baru ( New Normal Live ) pemerintahan desa setempat banyak hal dalam berupaya mencegah penyebaran virus covid 19, diantaranya melalui sosialisasi kemasyarakatan kepada kelompok PKK,dan Pokmas yang lain, dan juga pembagian masker ,seperti yang diakukan baru baru ini, Kepala Desa Pojok, ungkap Tarwiah.

Sebagai kepala Desa Pojok kecamatan Garum dia menyampaikan, untuk mensukseskan program pemerintah, pihaknya bersama suluruh perangkat yang ada bergotong royong bagaimana mencegah wabah pandemic ini segera berlalu.hal ini begitu penting adanya kepedulian masyarakat bersama pejabat setempat selalu berkordinasi Selasa (11/11/20 ).

“Kami sangat getol bersosialisasi untuk menumbuhkan tingkat kesadaran masyarakat untuk selalu patuh terhadap protokol kesehatan, selalu menggunakan masker jika hendak keluar rumah, rajin mencuci tangan,”unkapnya .
Lebi lanjut Tarwiah yang merupakan satu satunya kades perempuan di Desa Pojok ini juga menjelaskan,dengan melalu berbagai media kesempatan pertemuan dengan maayarakat, pihaknya tidak lupa selalu mengkampanyekan betapa petingnya kekompakan agar masyarakat di Desa Pojok mengantisipasi secara dini bila ada warga yang memiliki gejala mirip virus Covid-19. Seperti suhu badan tinggi, demam,mual dan sesak nafas disertai flu, warga agar tidak usah ketakutan yang berlebihan,warga agar segera memeriksakan diri ke Puskesmas,atau klinik terdekat.
“Itu upaya yang kami lakukan, agar masyarakat tdak usah ketakutan secara berlebihan untuk memeriksakan kesehatanya,” paparnya
Ditanya soal pebagian masker untuk menunjang sarana protocol kesehatan, pihaknya menyampaikan bahwa, pembagian masker ini bersumber dari dana desa yang dianggarkan untuk pencegahan Covid-19. Dan kami melakukan aksi ini bersama semua lapisan lembaga yang ada di desa dan pendamping desa yang ada di Desa Pojok untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.
“Kami juga meminta kepada seluruh masyarakat untuk selalu mematuhi protokol kesehatan dengan selalu menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun atau menggunakan hand sanitizer, menjaga jarak dan mengkonsumsi makanan sehat, ” tandasnya.
Sedangkan produk masker yang digunakan saat ini adalah hasil produksi warga desa Pojok yang pengelolaanya dilakukan oleh Badan Usaha Milik Desa Pojok Kecamatan Garum, alasanya karena wadah tersebut yang diharapkan mengatasi pengangguran akibat pemutusan kerja oleh perusahaan, dengan demikian selain ekonomi desa berkembang, warga desa dengan membuat masker kain, yang anggarannya menggunakan dana desa, bisa seagai penyertaan modal maupun program Desa Tanggap Covid-19 yang membeli dari BUMDes.
“Semoga dengan kerjasama Pemerintah Desa (Pemdes) Pojok dan Badan Usaha Milik Desa (BumDes) bisa meningkatkan perekonomian masyarakat. Sehingga akan terjalin rasa memiliki dan saling menguntungkan, ” pungkasnya. (Adv/Kmf/za )










