Blitar – Untuk menekan tingkat resiko yang biasa dialami oleh peternak ikan budidaya, Dinas Perternakan Perikanan Kelautan Kabupaten Blitar memberikan motivasi pembelajaran kepada para petani ikan budidaya air tawar di desa Penataran Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar, dengan materi bagaimana mengatasi, mendeteksi hama dan penyakit ikan, ini merupakan salah satu masalah yang sangat serius dalam usaha budidaya ikan.

Kepala dinas Peternakan Perikanan Kelautan Kabupaten Blitar Drh. Adi Andaka mengatakan sejalan berkembangnya teknologi budidaya perikanan maka luas areal semakin sempit, padat penebaran semakin tinggi, serta pemberian pakan buatan semakin ditingkatkan. Sementara air yang digunakan, secara bertahap, mengalami pengotoran oleh bahan organik maupun cemaran limbah industry sehingga para petani ikan terus dipacu untuk menambah wawasan pengetahuan agar hasil produksi terus meningkat dan angka kegagalan panen bisa ditekan.

“Masalah hama dan penyakit ikan seolah – olah menjadi momok yang sangat menakutkan karena bisa menimbulkan kerugian yang sangat besar, dengan cara penanganan yang cepat dan tepat serta diagnosa dini, akan menjadikan rasa ketakutan itu bisa di eliminir,”kata Adi Andaka.
Bertujuan untuk menambah wawasan pengetahuan pembudidaya ikan diwilayah desa Penataran tentang bagaimana melakukan penanganan pencegahan diagnose gejala klinis sampai pengobatan penyakit ikan.
Menurutnya ada beberapa factor yang perlu dipahami oleh petani ikan di kabupaten Blitar, faktor yang menentukan seekor ikan menjadi sakit, karena Host (organisme peliharaan/inang), Pathogen (microba, parasit) dan Environment (lingkungan menyangkut fisik, kimia atau tingkah laku seperti stress). Sehingga dapat dikatakan bahwa penyakit merupakan ekspresi dari kompleks interaksi antara host-pathogen-environment. Selasa (23/11/20).
“ Hal ini yang jarang dipahami oleh petani ikan kita, dan rata rata wawasan pegetahuan mereka sebatas dari ilmu getok tular autodidak kebiasaan yang pernah dilakukan oleh sesama petani ikan di Kabupaten Blitar,” ungkapnya.
Selain itu masih kata Adi Andaka , ada beberapa indikator lainya penyebab ikan menjadi sakit seperti penyakit non parasiter yaitu penyakit yang disebabkan bukan oleh hama maupun organisme parasit. Penyakit ini dapat dikelompokkan berdasarkan faktor penyebabnya yaitu lingkungan (dalam hal ini air sebagai media hidup) dan pakan.Deplesi/kekurangan oksigen merupakan salah satu faktor lingkungan yang sering menyebabkan kematian ikan terutama di kolam yang banyak mengandung bahan organik.
“ Ikan dengan kodisi air yang tidak sehat, seperti kandugan keasaman ,suhu air serta PH air terganggu sudah secara otomatis akan menjadi perkembangbiakan hama penyerang bagi ikan itu sendiri, oleh karena itu meningkatkan wawasan dan pengetahuan ini akan menjadi lebih peting, ikan dalam kolam, dan kolam memiliki dasar pasir atau lumpur maka akan diperlukan pengeringan kolam selama berbulan-bulan untuk menghilangkan jamur tersebut,” pungkasnya.(Adv/Kmf/za).










