Blitar – Persoalan yang belum jelas kapan akan berakhir, pandemi corona virus covid-19, perhatian pemerintah Kota Blitar untuk memaksimalkan penanganan pencegahan virus yang belum diketemukan obatnya ini, terus digencarkan penangananya.
Kusus penanangan covid-19 Pemerintah Kota Blitar memproyeksikan penambahan anggaran perubahan tahun ini sebesar Rp 11 miliar untuk penanganan corona secara masiv.
Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah Kota Blitar, kepada wartawan menyampaikan, mekanisme penambahan anggaran ini sudah sesuai dengan prosedur anggaran Covid-19 itu masuk dalam dana tak terduga dan sudah dalam pengesahan DPRD Kota Blitar.
“Karena sifatnya yang tak terduga ini, maka kami akan menggunakan untuk hal-hal yang tak bisa diprediksi selama pandemi,” kata Widodo Saptono, (02/10/20).
Lebih lanjut juga disampaikan karena sesuai dengan peruntukanya dana tak terduga itu digunakan penanganan virus Covid-19. Penjabaranya untuk bantuan sosial kepada warga terdampak hingga penanganan kesehatan warga masyarakat kota Blitar.
“Prinsipnya pada penanganan virus corona mencakup banyak hal mulai kesehatan hingga pemulihan ekonomi. Harapannya tidak ada hal-hal yang tidak diinginkan sehingga dananya utuh terkonsentrasi utuh,”jelasnya.
Dia juga menuturkan, program ini sangat diharapkan bisa sebagai stimulan di bidang ekonomi. Pasalnya, corona banyak menghantam sektor perekonomian.
“dalam bidang ekonomi dipeegunakan pelatihan bagi warga yang kehilangan pekerjaan karena korban PHK. Bisa juga untuk bantuan modal usaha dan bantuan sosial,” jelasnya.
Sekarang anggaran tersebut telah masuk ke beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) termasuk di Kelurahan dan Kecamatan.
Dengan tambahan dana Rp 11 miliar pada APBD perubahan diharapkan menambah alokasi anggaran Covid-19. Penanganan Covid 19, Pemkot Blitar mengalokasikan dana Rp 60 miliar lebih. Dana itu untuk pemulihan ekonomi, kesehatan hingga bantuan sosial. Puluhan miliar itu berasal dari dana refocusing APBD 2020. (za)










