Blitar – Tokoh Hindu se Blitar Raya, yang tergabung dalam wadah Parisada Hindu Dharama Indonesia (PHDI), mengikuti kegiatan sosialisasi empat pilar yang diselenggarakan di gedung pertemuan Desa Pasirharjo Kecamatan Talun Kabupaten Blitar, pada Kamis ( 29/10/20).
Acara ini di hadiri oleh Anggauta DPR-RI Arteria Dahlan, Kapolres Blitar AKBP Ahmad Eko Fanani, dan Kebaspol Kabupaten Blitar.
Sebagaimana di amanatkan dalam Undang-Undang No.17 tahun 2014 yang sudah diubah menjadi Undang Undang No.13 tahun 2019 tetang MPR, DPR DPD, dan DPRD, dimana lembaga tersebut diberi mandat memasyarakatkan Pancasila, UUD 45, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika, harus sehati dan menyatu dalam setiap nafas di semua kalangan dalam berbangsa dan bernegara, yakni Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Anggota DPR-RI Arteria Dahlan pada di hadapan ratusan peserta Umat Hindu dari 12 Kecamatan se Blitar Raya ini menyampaikan, kegiatan tersebut adalah kesempatan untuk membangkitkan semangat wawasan kebangsaan, sesuai dengan deklarasi Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 di Jakarta, momentum yang ber cita-cita luhur akan kecintaan berbangsa dan berbahasa satu bahasa Indonesia, semangat ini harus tetap digelorakan dari generasi ke generasi sesuai perkembangan peradaban zaman.
“Dalam situasi Negara menghadapi masalah Covid 19, kita benar benar terpuruk maka dari itu kekompakan melawan wabah, dengan patuh terhadap Protokol kesehatan, menjadi hal yang penting, serta menjaga persatuan dan kesatuan dalam masa Pemilukada, dinamika politik lebih penting, oleh sebab itu hendaknya berbeda pilihan tidak menjadi sarana pemecah belah persatuan dan kesatuan bangsa, karena hanya berbeda pilihan berdemokrasi perseteruan,” kata arteria.
Lebih lanjut, pihaknya juga menyampaikan, dalam suhu politik di Kabupaten dan Kota Blitar, saat ini sudah memanas karena memasuki tahapan kampanye, berkompetisi dalam pesta demokrasi adalah hal yang penting, dengan ke Bhineka Tunggal Ika-an ini, meski banyak perbedaan, pihaknya tetap berharap untuk bisa menjaga keutuhan bermasyarakat, gelaran pesta rakyat ini mempunyai tujuan yang sama yaitu mencari sosok pemimpin yang benar benar berkualitas, karena hanya dengan bersaing yang ketat maka pesta demokrasi akan melahirkan figur pemimpin yang benar-benar dipilih dan dicintai rakyatnya.
“Saya sangat mengaprisiasi kekompakan masyarakat Indonesia Umumnya dan Blitar khususnya, meskipun berbeda suku, bangsa dan agama dengan nafas Bhineka Tunggal Ika, di era globalisasi masih menunjukan peradaban yang menjunjung tinggi semangat gotong royong untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan,” ucap Politisi dan juga pengamat hukum ini.
Dilain pihak Kapolres Blitar AKBP Ahmad Eko Fanani Prasetya, dalam sambutannya juga menyampaikan, dalam sendi sendi kehidupan dengan bernafaskan empat pilar, Negara ini akan tetap tegar dan berdiri sebagai Negara kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan UUD 45, Pancasila sebagai dasar dan idiologi serta pandangan hidup Bangsa ini, kerukunan antar umat beragama yang saling asah asih dan asuh merupakan sarana dan modal dasar yang kuat, tidak ada istilah kelompok minoritas, semua adalah sama bertujuan dan bertekat bahwa NKRI harga mati.
“Keragaman berbangsa berbudaya dan beragama tidak menjadikan kita perpecahan, saling fitnah, menyalahkan satu sama lain, agar kita dapat mengatasi semua masalah yang sedang kita hadapi, seperti wabah corona, kita harus menyadari, memahami siapa dan apa tugas kewajiban serta tanggungjawab kita, sehingga kita akan lebih bijak dan arif dalam menentukan sikap,”ujarnya . (Adv/Kmf/za)










