Kota Tangerang – Pandemi virus Covid 19 belum berakhir, maka itu 3 gereja di Kota Tangerang yaitu GPIB Samaria, GBI Moderland dan Gereja Katolik Hati Santa Perawan Maria Tak Bernoda melakukan ibadah Misa dan Natal melalui live streaming, Kamis (24/12/2020).
Kevin Deniswara selaku sekretaris dewan Paroki Harian di Gereja Katolik Hati Santa Perawan Maria Tak Bernoda menjelaskan bahwa kapasitas gereja tersebut bisa menampung 2.000 umat.
“Biasa kalo perayaan Paskah atau Natal, gereja ini biasanya pakai tenda, biasanya dalam kondisi normal sekali ibadah sebanyak 6.000-7.000 umat. Dengan total umat 14.000 an, untuk saat ini hanya 200 umat, yang bisa beribadah secara offline, dan sisanya online dari rumah melalui youtube,” jelasnya Kevin.
Masih kata Kevin untuk gereja ini sendiri melaksanakan 4 kali Misa. Yaitu 24 Desember 2020 jam 17.00 WIB, 21.00 WIB yang dikhususkan untuk anak muda dan besok 25 desember 2020 jam 009 WIB dan 17.00 WIB.
“Jadi dari mulai masuk, umat di ukur suhu tubuh, masuk ke bilik disinfektan, kemudian mereka cuci tangan dan selama misa memakai masker,” ujarnya.
Dijelaskan yang bisa datang beribadah secara offline hanya yang berumur 18 sampai 59 tahun dan harus mengisi instrumen covid 19 sebelum datang.
“Artinya mereka merasa sehat, tidak ada gejala. Dan setiap perayaan kita ada tim medis. Dan untuk yang 18 sampe 59 tahun ini pendaftarannya melalui web belarasa dan syaratnya terdaftar di Gereja Katolik, di Paroki ini atau jemaat sini. Dan daftar Misa nya pun tidak bisa sembarangan. Kita juga melihat ada zona zona yang datanya dari Kelurahan dan Puskesmas. Jika zona merah tidak bisa hadir secara offline. jadi nanti umat akan mendapatkan QR code dan baru bisa hadir,” tambahnya
Setelah MISA selesai seluruh ruangan akan langsung disemprot disinfektan, dan Kevin
berharap semoga pandemi ini segera berakhir.
“Dan tentunya semua jngin beraktifitas tanpa masker. Jadi kita berharap semua segera normal dan stabil. Dulu selesai Misa bisa foto foto sekarang tidak bisa, dan masuk keluar pun diatur. Masuk dari zona depan keluar zona depan, zona belakang keluar dari zona belakang. Kami memang seketat itu, artinya kita gak mau gereja ini jadi cluster baru penyebaran covid 19, dan kita menganjurkan selesai misa langsung pulang ke rumah,” tutupnya.Aldo










