Blitar – Setelah beberapa elemen gencarkan patuhi protokol kesehatan dimasa pandemi Covid 19, sekarang giliran para abang becak dilibatkan oleh Pemerintah Kota Blitar sebagai duta 3M (Memakai masker, Menjaga jarak dan Mencuci tangan) ini adalah strategi pemeritah setempat terus menekan laju penyebaran virus.

Pjs.Walikota Blitar Dr.Ir.Jumadi, M.MT mengajak semua elemen secara gotong royong baik itu dari kalangan PKK, Karang taruna, para siswa sebagai duta 3M, abang becak juga dipandang perlu turut serta menjadi bagian komponen masyarakat “ Sekarang penularan Covid 19 di kota Blitar masih berada di zona kuning dan hampir mendekati zona oranye, oleh sebab itu Pemkot Blitar melibatkan tukang becak diajak sosialisasi memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak sebagai langkah stimulus untuk meningkatkan kepatuhan dan ketaatan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan Covid-19,” kata Jumadi.
Pjs Walikota Blitar Jumadi, menjelaskan, hal itu ia lakukan berdasarkan hasil survei yang dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik Republik Indonesia (BPS-RI). Intinya yang menyebutkan bahwa tingkat pendidikan menjadi salah satu factor yang mempengaruhi atau berkorelasi terhadap kepatuhan dan ketaatan terhadap pelaksanaan protokol kesehatan.
“Kami akan menggunakan elemen masyarakat lain, seperti abang tukang becak yang kita tahu bahwa mayoritas memiliki tingkat pendidikan relatif rendah, kami ingin buktikan bahwa Kota Blitar mampu menjadi penggerak,” katanya.
Saat di Balai Kota Blitar, ditanya sejauh mana merangkul para abang becak ini, Jumadi mengaku telah melakukan kordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Yakni Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Blitar tentang rencana yang ia gagas tersebut. Bisa saja, nanti kami sediakan kelengkapan protokol kesehatan disetiap becak. Seperti hand sanitizer dan masker cadangan.(28/11/20).
Menurut jumadi sebelum mereka ditugasi sebagai duta 3 M, para tukang becak ini juga akan diberikan pemahaman lebih tentang pentingnya menerapkan protokol kesehatan. Kemudian harapannya adalah saat ada penumpang yang mengabaikan 3M, para tukang becak dapat langsung mengingatkan dan meneruskan pemahamannya tersebut.
“Ini konsep kami bagaimana mengendalikan penyebaran Covid 19, disaat menjalankan kegiataya, abang becak bisa langsung mengingatkan dan memberikan masker kepada penumpang untuk dipakai, kami ingin membuktikan bahwa masyarakat dengan pendidikan relatif rendah mampu menerapkan prokes bahkan menjadi duta 3M Covid-19,” ungkap Jumadi. Pungkasnya. (za)










