Blitar – Dulu memang sebagai Si Umar Bakri kata si Iwan Fals, tapi kini guru bergaya lugu dan lugas ini sudah menjadi pak Walikota Blitar, ini sih gara gara pada bait lagu yang dilantunkan sang maestro ada syair ” standing dan terbang” pada bait itulah Drs. Santoso M.Pd. yang dulunya tak pernah terlintas jadi Walikota Blitar, gara gara sepeda butut yang dikendarai Santoso Jumping melesat terbang itulah nasibnya menjadi petinggi blitar.
Selama 35 tahun mengabdi,mulai mengajar, sampai jadi pak walikota, Drs.Santoso cukup memberikan contoh yang digugu dan ditiru sepanjang meniti perjalanan di birokrasi, Si Umar Bakri kini tetap ingin berbakti “Satrio Keren ” akan lebih bersahaja merebut simpati di ajang kontestasi calon kepala daerah, dia mantabkan warga pendukungnya dengan 11 program visi misinya, APBD hanya untuk Rakyat, demikian yang disampaikan calon walikota blitar Drs.Santoso ketika bertatap muka dengan pendukung warga jalan Legundi Kelurahan Sananwetan pada Minggu sore (2/11/20) .
Kehadiran Santoso di rt 1 dan 2 ini kusus didampingi sang istri Yeti Santoso, sekitar pukul 15.30 disambut yel yel Satrio Keren sebagai penyemangat dalam gelaran 9 Desember untuk memenangkan Paslon 2 Santoso Tjutjuk Sunaryo.
“Mengapa APBD untuk rakyat karena jika APBD Pro rakyat pemahamannya hanya untuk yang pro atau pemilihnya saja, beda kalo APBD untuk rakyat, artinya semua anggaran itu ya hanya untuk rakyat tidak tebang pilih…begitu nggih,” ucap Santoso.
Lebih lanjut pihaknya juga menyampaikan, sekarang suhu politik membara luar biasa, banyak berita hoax, intimidasi menghalalkan segala cara untuk bisa menang di gelaran pilwali, banyak berita-berita hoax yang ingin menjatuhkannya, namun menyikapi hal itu Santoso minta sebagai pendukung pasangan Satrio keren nomor 2 tidak perlu galau dengan berita-berita miring.

” Bila nanti saya diberikan amanah oleh masyarakat, kota Blitar akan lebih maju dan lebih bermartabat
untuk melakukan perubahan dan berdaya saing, maju dan berkesinambungan untuk rakyat kota Blitar,”paparnya
Santoso lebih jauh juga mengajak masyarakat kota blitar jadi orang yang cerdas, pintar dan bejo, memilih sesuai hati nurani, bukan memilih karena terpaksa karena politik uang, mari kita tunjukan kebesaran dan kemuliaan Bung Karno yang dikenal oleh seluruh masyarakat seluruh dunia, karena Blitar telah disemayamkan seorang tokoh proklamator, yang disegani karena pemikiran-pemikiran dan ajaran-ajarannya harus diteladani.
“PDI. Perjuangan telah menurunkan rekomendasi secara resmi ditandatangani oleh ketua umum Megawati Soekarno Putri kepada Santoso dan Tjutjuk Sunaryo di usung partai P3,Gerindra, Demokrat dan Hanura dengan keseluruhan18 kursi parlemen, ini sudah lebih dari separuh total 25 kursi, artinya Satrio Keren harus menang,” tegasnya
Dalam rangka membuat kota Blitar berubah kearah yang lebih baik dan kearah yang lebih bermartabat, Santoso mengaku sudah 35 tahun berkecimpung di birokrasi Pemkot Blitar, dimulai dari jabatan yang terendah sampai jabatan tertinggi sebagai Walikota, jadi lebih banyak pahit getirnya mengelola daerah 35 tahun cukup untuk memimpin Kota Blitar.
” Saya mulai berkarir menjadi Umar Bakri (sebagai guru. Red) menjadi Kepala Dinas Pendidikan, sekretaris DPRD selama kurang lebih 7 tahun saya melayani, menjadi sekretaris daerah wakil walikota dan menjadi walikota Blitar jadi lebih berpengalaman ,”pungkasnya.(za)










