Blitar – Menyongsong Pemilukada kota Blitar, untuk menjaga stabilitas daerah bukan saja menjadi tanggungjawab pemerintah saja, tetapi diperlukan partisipasi semua komponen masyarakat kota Blitar, ini yang mendasari agenda pertemuan 3 pilar yang digelar hari Sabtu (07/11/20) di perkebunan Karanganyar Modangan Nglegok Kabupaten Blitar.

Pjs.Walikota Blitar Dr.Ir.Jumadi M,MT mengatakan kota Blitar dengan 3 wilayah Kecamatan dan 21 Kelurahan, masing – masing memiliki tingkat kerawanan berbeda dalam masa Pemilukada Pemilihan Walikota-Wakil Walikota Blitar pada 9 Desember mendatang.

Anggota TNI saat latihan di Kebun Karanganyar

Upaya menjaga stabilitas daerah diperlukan sinergi 3 pilar Pejabat birokrasi,TNI/Polri dan elemen masyarakat sendiri,” kata Jumadi.

Dengan konsep 3 pilar ditambah pilar ke 4 adalah masyarakat, harus berjalan bersama guna menumbuhkan kesadaran dari TNI/Polri, Linmas, Camat, Lurah bisa mempunyai sudut pandang yang sama dalam menghadapi semua hal.

“Kita yang dengan memiliki luas wilayah 32,58 meter persegi ini, cukup banyak merasakan, maka komponen 3 pilar menjadi sangat penting menangkal isu global seperti terorisme, penyalahgunaan narkoba, dan berbagai bentuk penyimpangan hukum,” tandasnya.

Pjs Walikota Blitar bersama Danyon 511 tinjau giat outbond di kebun kopi Karanganyar

Lanjut Jumadi, menciptakan komdisifitas suatu daerah menjadi tugas bersama sesuai amanat UU No.3 – 2002 tentang ketahanan negara, untuk itu deteksi dini mutlak diperlukan untuk mendukung stabilitas program pembangunan serta kehidupan bermasyarakat berjalan lancar.

“Kita berharap bersamaan agenda politik di Kota Blitar, semua akan berjalan dengan baik, masyarakat bisa bekerjasama menciptakan kondusifitas kota Blitar, serta menggunakan hak pilinya dengan benar untuk mencari sosok calon pemimpin yang berkwalitas,” pungkasnya. ( Adv.Hms.za)