Blitar – Jika selama ini Kelompok Usaha Bersama (KUB) berpenghasilan minim karena ransum ikan masih menggunakan produk pabrik, namun dengan pola buat pakan sendiri petani budidaya ikan di Kabupaten Blitar bisa menghemat 70 % keuanganya.

Pembuatan pakan ikan

Kepala Dinas Peternakan Perikanam Kelautan Drh. Adi Andaka melalui kepala bidang budidaya Drh.Andjari Laksmayoni mengatakan, karena pakan merupakan faktor produksi terbesar dalam usaha budidaya ikan, bisa sampai 70% dari total biaya produksi.(29/11/20)

Kabid Perikanan Budidaya,
drh. A.M. Andjari Laksmayoni

” Inilah keuntungan buat pakan sendiri, harga pakan pabrikan harganya mahal dan terus naik dari tahun ke tahun,”ungkapnya.

Pihaknya juga menjelaskan lebih lanjut, dengan fluktuasi naik turunya harga juga menjadi faktor kesulitan tersendiri bagi pembudidaya ikan utk terus menjalankan usahanya, maka kami mendorong agar banyak terobosan yang dilakukan oleh pembudidaya maupun pemerintah untuk memangkas biaya produksi pakan ini, antara lain dengan pembuatan pakan alami dan pakan mandiri.

” Namun kendalanya adalah dropping mesin pembuatan pakan mandiri ini diterima oleh pembudidaya tidak dalam keadaan siap pakai, melainkan harus dimodifikasi agar dapat berfungsi dg baik,”kata Dia.

Dengan membuat pakan secara mandiri, akan diperoleh pakan dengan harga yg lebih rendah daripada harga pakan pabrikan. Dalam pengolahan ini akan kombinasi bahan berbeda – beda, menyesuaikan dengan jenisnya.

“Pakan yang digunakan formulasinya tidak sama ya, mereka akan membuat lomposisi pakan menyesuaikan untuk jenis ikan apa, misalnya untuk jenis ikan nila, gurami ya tidak sama komposisi formulasinya ketika pakan digunakan untuk ikan hias seperti koi misalnya, seperti KUB Selopuro ini yang pertama kali bisa membuat jenid pakan yang bisa mengapung di air,” pungkas Andjari. (Adv/Kmf/za)