Blitar – Masa Pandemi Koi Blitar laris manis ini alasannya. Dibalik merebaknya pandemi virus corona Covid 19 ternyata ada hikmah yang luar biasa terhadap petani ikan hias jenis koi, Kabupaten Blitar yang dikenal sebagai sentra terbesar Koi di Indonesia mampu mendongkrak perekonomian bagi petani, sungguh sangat luar biasa dari hasil budidaya Koi peredaran uang masuk mencapai Rp.7,5 M per bulan.
Dengan kondisi ini berarti Pendapatan Asli Daerah sektor perikanan secara otomatis terdongkrak, setidaknya ini yang dirasakan oleh Pemerintah Kabupaten Blitar, kusunya para petani ikan koi yang tersebar di beberapa wilayah kusunya Blitar Utara, yang memilki modal utama yakni sistim pengairan yang bagus.
Menurut keterngan Subawanto (34) warga Kelurahan Gedog kota Blitar, kenaikan harga koi sebelum covid hanya mampu menembus harga Rp.75.000 sampai Rp.150 saja, untuk dan sekarang, omset koi per bulan7.5m selama pandemi booming mulai lebaran bulan 5 naik tajam hingga sekarang petani kekurangan stok. Meski harga 2 kali lipat rata rata pembeli yang tahu pasar update harga ikan.
Harga sebelum covid koi Blitar hanya tembus Rp.100 hingga Rp.300 ribu untuk kelas standart sedang, namun sekitar bulan Mei 2020 kemarin harga terendah saja sudah mencapai Rp.500 ribu hingga puluhan juta, itu saja stok petani kelar habis, dan pihaknya mengaku kesulitan mendapatkan barang pasokan ikan.
“Perkembangan pasar selalu update mas, dan rata rata para pembeli sudah tidak menyoal harganya berapa mereka cocok pilihan langsung sikat dan dibayar,” ujar Subawanto.
Pria yang identik berambut gondrong ini saat ditemui di kios sentra lapak Wahana Koi di jalan Sdc.Supriadi 76 kota Blitar Senin (12/10/20) pihanya menyediakan berbagai jenis koi mulai dari klas biasa sampai kwalitas ikan untuk kontes, dengan penjualan sistem online ke berbagai kota se-Indonesia
“Jenis yang paling laku di pasaran jenis kohaku, sanke, siro, pasar jual ke kota besar seluruh Indonesia lewat online,” ujarnya.
Sementara itu Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar drh. Adi Andaka melalui Kabid Perikanan drh. Angela Maria Andjari Laksmayoni kepada media ini menjelaskan, sekarang ini di saat pandemi keberuntungan memang sedang berpihak ke petani ikan koi, ini mengapa dari hasil kajian survei dilapangan banyak orang membeli koi untuk hiburan mengobati stres.
“Ini alasanya karena dengan melihat keindahan ikan koi dengan corak warna warni, orang akan terpuaskan, karena selain keindahanya daya tarik magnet koi akan menyejukan hati dan pikiran manakala ikan itu jinak dan mendekati pemiliknya saat di beri pakan pelet,” tuturnya.
Andjari panggilan akrab kabid perikanan budidaya ini lebih lanjut juga menjelaskan, Blitar selain memiliki Icon makam Bung Karno, ikan koi Blitar yang di budidayakan oleh petani ini sudah ditekuni masyarakat sejak tahun1980, sehingga tak heran bila koi hasil ternakan orang Blitar moncar hingga belahan benua, dengan sarana kontes kaliber lokal sampai Internasional.
” Ini alasanya mengapa koi Blitar terkenal melebihi habitat aslinya di negeri Sakura Jepang, sekarang sudah banyak warga binaan kami, seperti di Nglegok,Gandusari,Garum, Ponggok dan daerah lain yang mempunyai sistim irigasi yang bagus,” pungkasnya.( Adv/Kmf/za)










