Blitar – Soekarni yang memiliki nama lengkap Soekarni Kartodiwirjo ternyata pernah menggores sejarah panjang dalam perang kemerdekaan Republik Indonesia, setidaknya ada 3 tokoh melegenda dari Jawa Timur, dengan sebutan triple ” S “ yakni Soekarno adalah bapak Proklamator dan Presiden pertama RI, S yang ke 2 adalah penggagas Trias Politika dan sekaligus sebgai orang yang mendorong Soekarno Hatta agar segera memproklamirkan kemerdekaan RI pada tanggal 17 Agustus 1945, dan S ke 3 adalah Soepriadi yang dikenal Phlawan PETA melakukan pemberontakan tentara Jepang.

Nama Soekarni yag teryata dilahirkan di Blitar, tepatnya di Kelurahan Sumberdiren Kecamatan Garum, sebelumnya nama itu kurang dikenal masyarakat umum, namun nama tokoh ini mencuat dipeemukaan setelah mendapat anugerah sebagai pahlawan nasional di era pemerintahan Presiden Joko Widodo, sebagai pejuang dari Jawa Timur yang tinggal dan disemayamkan di Blitar, kita baru mengerti siapa sosok pemuda desa tersebut.
Secara historis sebagaimana disejarahkan oleh Wijianto Kepala Kelurahan Sumberdiren Garum, saat berbincang dengan media ini pada kamis 1912/11/20 ) diruang kerjanya mengatakan tentang siapa Soekarni yang sekarang diabadikan dengan monument Soekarni di jalan raya Garum
“Soekarni yang lahir di Blitar, pada tanggal 14 Juli 1916, tercatat sebagai pemuda yang suka tawuran tapi bukan pada sesama anak bangsa, melainkan dengan anak anak penjajah Belanda kala itu, kebencian kepada penjajah ini diilhami dari sosok guru Soekarni yang bernama Mohamad Anwar dan juga sebagai tokoh pergerakan.
Selain itu saat usia menginjak remaja, pria desa Suberdiren ini pernah menjadi incaran tetara Belanda, karena sikap kritis Soekarni yang anti kolonialisme, apalagi setelah dirinya menghimpun tokoh muda pergerakan, sosok inipun semakin terkenal dikalangan muda kala itu.sebagai pemuda yang kritis.
“Semakin terkenal nama Soekarni sebagai tokoh muda penggerak himpunan pemuda yang memiliki jiwa nasionalis, terpaksa harus banyak sembunyi dan berlari mengamankan diri akibat kejaran tentara Belanda, dalam pelarianya Soekarni sempat jadi pesakitan penjajah Belanda ketika berada Borneo ( yang sekarang menjadi propinsi Kalimantan Timur . Red ), selama menjalani penahanan ketika perang dunia kedua ini Belanda yang dikalahkan oleh tetara Jepang, Soekarni di bebaskan oleh tetara Jepang,” kisahnya
Dalam riwayat hidupnya, Soekarni juga pernah ditunjuk sebagai Duta Besar Indonesia untuk Republik Rakyat Tiongkok pada 1961.Dia juga pernah ditunjuk sebagai anggota Dewan Pertimbangan Agung pada 1967. Tokoh penyandang Bintang Mahaputra yang wafat 7 Mei 1971 kiranya hartus jadi panutan atas ketokohanya, semangatnya yang luar biasa.
Dalam kesempatan moment 10 Nopember sebagai hari Pahlawan,atas nama pemerintahan kelurahan Sumberdiren kususnya dan Kabupaten Blitar umunya,Wijianto sangat berharap kepada generasi muda ini tidak saja hanya cukup dengan kata mengenang jasa pahlawan, akan tetapi juga di implentasikan pada sikap dan prilaku keseharianya, kompak dan bersatu, apalagi dalam situasi masa pandemic covid 19.
“Soekarni dahulu adalah berjuang untuk melawan penjajah, tetapi sekarang perjuangan kita adalah kompak dan gotong – royong melawan dan mencegah penyebaran virus corona covid 19 dengan patuh protokol kesehatan dengan 3 M,” Pungkasnya.( Adv/Kmf/za)










