Jakarta – Penganugerahan Jurnalistik MH. Thamrin ke-46 yang digelar oleh PWI Jaya diselenggarakan, Senin (2/11/2020), di Balai Kota Jakarta.
Acara ini dihadiri oleh Gubernur DKI Jakarta Anis Baswedan dan juga Ketua PWI, Dewan Penjurian Penganugerahan Jurnalistik, serta para pemenang karya Jurnalistik terbaik tahun 2020.
Acara berlangsung pada pukul 14.00 WIB sampai 15.30 WIB, dan juga dibuka untuk peserta undangan, melalui zoom meeting.
Inti pada acara ini adalah memberikan penghargaan kepada para pemenang karya Jurnalistik terbaik tahun 2020, yang telah hadir di Balai Kota.
Bentuk dari penghargaan ini yaitu berupa trofi, sertifikat, serta uang senilai 5 juta rupiah kepada masing-masing pemenang.
Daftar Pemenang
Berikut daftar pemenang karya jurnalistik MH Thamrin 2020 :
- Jurnalistik Teks diraih oleh Sri Muryono dari Antaranews.com dengan judul berita Wabah dan Sampah di Ibu Kota.
- Kategori Tajuk Rencana diraih oleh Koran Tempo dengan judul Atasi Ketimpangan Kota.
- Kategori Produk Jurnalistik Video Massa Televisi Streaming diraih oleh kumparan.com dengan judul Membendung Banjir Jakarta.
- Kategori Produk Jurnalistik Video Stasiun Tv Terestrial diraih oleh Aiman dari Kompas TV dengan judul Banjir Raksasa di Jabodetabek.
- Kategori Produk Jurnalistik Audio diraih oleh Danang Sundoro dari RRI dengan judul Migrasi Bencana Tantangan Proyek MRT 2 Jakarta, Menjawab Tantangan Dunia.
- Kategori Produk Jurnalistik Foto diraih oleh detik.com dengan judul Menengok Tempat Pesan Makanan Pakai Tali Ember di Ibu Kota
- Kategori Jurnalistik Infografis diraih oleh medcom.id dengan judul Data Pemantau Covid-19 DKI Jakarta.
Pesan Anis
Pada sambutannya Anis berpesan agar Jurnalis di Jakarta mengglobal, tidak hanya berkarya di regional namun mampu merambah kancah Internasional,
dengan mulai membubuhkan bahasa-bahasa asing pada karyanya.
“Dewan juri ikut mendorong untuk memperkaya koleksi Bahasa Indonesia pada karya-karya untuk diapresiasi” ujar Anis.
Anis mengatakan untuk semakin memperkaya diksi pada karya jurnalis.
“Kita harus membebaskan dari dari pedoaman bahasa yang baik dan benar, agar kita bebas dalam memilih diksi, yang terpenting pesan yang ingin disampaikan agar mudah dipahami pembaca” sambung Anis.
Dengan adanya apresiasi penganugrahan ini mendorong agar kawan Jurnalistik lebih semangat dalam menciptakan karya nya untuk dinikmati masyaratkat.(Prilla mg)










