Blitar– Penyebaran virus covid 19 di Kabupaten Blitar nampaknya masih susah turun status dari oranye ke zona kuning sebagaimana diharapkan oleh tim gugus tugas penanganan pencegahan penyebaran covid 19 Pemerintah setempat.
Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar dr. Kuspardani faktor penyebabnya karena disamping luasan wiayah Kabupaten Blitar yag terdiri atas 22 Kecamatan dan 248 desa dan kelurahan, nampaknya dari pengamatan lain adalah tingkat mobilitas masyarakat yang tinggi .“ Ini dugaan kami kenapa kita masih bertahan di zona oranye, besar kemungkinanya karena tingkat mobilisasi masyarakat masih cukup tinggi,”ungkapnya.

Kabupaten Blitar sampai dengan saat ini, masih menurut Kuspardani, Kabupaten Blitar dengan posisi berada dizona oranye, pihaknya menyadari bila masih banyak kejadian penambahan orang baru terkonfirmasi reaktif covid 19 dalam regulasi harianya di masing masing daerah .

” Data kita masih tinggi. Mobilitas yang tinggi ini menjadi pemicu nomor satu, disusul kurangnya kedisiplinan masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan, kita mendata ada 893 kasus tingkat kesembuhan mencapai 761 dan 71 meninggal dunia. ,” ujar Kuspardani, (14/11/20).

Kuspardani juga menyampaikan , dengan tingginya angka kasus di kabupaten Blitar sekarang, tentu akan menimbulkan kontradiksi di masyarakat. Karena di sisi lain mobilitas harus tetap berjalan untuk menggerakkan roda perekonomian.

“Memang Covid-19 di Kabupate Blitar, merupakan kontradiksi bagaimana kita mencegah dengan bagaimana kita terus menjalankan roda perekonomian, ” terangnya.

Kuspardani juga mengingatkan dalam kondisi yang seperti saat sekarang, disiplin protokol kesehatan menjadi hal terpenting karena itu satu-satunya cara untuk menekan laju penularan Covid-19 di Kabupaten Blitar. Karena kedisiplinan masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan dinilai juga masih perlu ditingkatkan.

“Untuk itu satu-satunya jalan kita harus menjalankan protokol kesehatan secara disiplin dan konsisten. Seperti yang dilakukan Pemkab Blitar selama ini, intens melakukan operasi yustisi ke berbagai wilayah agar masyarakat disiplin menjalankan protokol kesehatan,” tegasnya.

Kesulitan menurunkan status zonasi juga dikeluhkan oleh Pemerintah Kota Blitar, seperti kata Pjs. Walikota Blitar Dr.Ir.Jumadi M.MT, disetiap kesempatan pihaknya juga menyampaikan bahwa kota Blitar yang masih masuk zona kuning nampaknya juga susah untuk turun ke zona hijau, dengan persoalan yang sama karena tinggiya mobilisasi saat ini.(za)