Blitar – Sektor perikanan di Kabupaten Blitar dari tahun ke tahun selalu mengalami peningkatan produksi, kususnya hasil perikanan tangkap darat,, berdasarkan akumulasi data pada Kantor Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar, Perikanan darat Produksi perikanan tangkap di Kabupaten Blitar mencapai 6.394,5 ton.
Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar Drh. Adi Andaka mengatakan rata rata kenaikan sektor perikanan mengalami kenaikan sekitar 70 persen lebih, hal ini menunjukan bahwa potensi sumber daya petani ikan ini terus berupaya keras meningkatkan mutu dan kwalitas hingga berhasil menembus pasar global (12/10/20).
“Kita terus berupaya secara berkala membina para peternak budidaya perikanan tangkapan darat dan memberikan motivasi bimbingan secara tehnis dan masif,” ungkapnya.
Lanjut Adi Andaka memberikan contoh kegiatan bagi petani dilapangan seperti kegiatan yang dilakukan pada Kamis, tanggal 8 Oktober 2020 pihak dinas mengadakan penyuluhan dengan mengambil tempat di lingkungan Tenggong, kelurahan Tangkil, kecamatan Wlingi.
“Kami selenggarakan pertemuan antara Kepala UPI Klemunan didampingi Bidang Perikanan Budidaya Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar membahas budidaya gurami dan koi serta pembentukan Pokdakan,” paparnya.
Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) ini diharapkan mampu meningkatkan eksistensinya dalam menghadapi perubahan yang diperlukan agar perikanan budidaya memiliki daya saing dan berkelanjutan, terutama bagi generasi muda dan termasuk dalam usia produktif perlu mendapatkan motifasi dan dukungan dari semua elemen.
“Peran serta tokoh masyarakat petani ikan yang terdahulu sebagai senior bisa menularkan ilmunya kepada petani yang muda, selain itu juga peran dan dukungan dari pemerintah desa setempat dalam hal ini adalah Kepala Desa/Kelurahan,” Imbuhnya.
Perlu diketahui ada 4 jenis produksi perikanan di Kabupaten Blitar, seperti Mujahir,Gurami,Lele dan ikan patin, namun ikan lemuru yang paling laku, ini adalah hasil tangkap perikanan laut, karena Kabupaten blitar juga memiliki potensi kelautan di Blitar Selatan, seperti Tambakrejo dan Pantai Serang, Dari ke empat jenis ikan tangkap, itu produksi yang meningkat tajam, yaitu, ikan lemuru.
Sumber Dinas Peternakan dan Kelautan Kabupaten Blitar, populasi Produksi ikan lemuru mampu tembus diangka 17,7 ton atau 1.024,5 ton. Produksi ikan layang yang sebelumnya 1.273,5 ton meningkat menjadi 2.284,9 ton. Lalu produksi ikan selar yang sebelumnya 20,7 ton meningkat menjadi 151,6 ton.
“Sedang produksi ikan cakalang yang sebelumnya 34,7 ton meningkat menjadi 59,8 ton.
Untuk produksi ikan budidaya konsumsi, mengalami kenaikan sekitar 4 persen atau 719 ton. Produksi ikan budidaya konsumsi yang sebelumnya sekitar 17.978,93 ton, pada 2019 meningkat menjadi 18.697 ton,” ucapnya.
Produksi ikan budidaya konsumsi meliputi ikan nila, ikan gurami, ikan lele dan ikan patin.
Produksi ikan nila yang sebelumnya 281 ton meningkat menjadi 306,6 ton. Produksi ikan gurami yang sebelumnya 7.010 ton meningkat menjadi 7.502 ton.Lalu, produksi ikan lele yang sebelumnya 9.991,4 ton meningkat menjadi 10.108,2 ton.Sedang produksi ikan patin yang sebelumnya 150 ton meningkat menjadi 209 ton.( AdvKmf/za )










