Blitar – Diduga adanya permainan oknum penyedia bantuan sosial yang berupa beras menjadi sorotan Organisasi Masyarakat Gerakan Anak Nasionalis Wlingi Kabupaten Blitar,dari hasil temuan sebagai sampling beras yang diberikan kepada warga dengan standart mutu medium, ini artinya kondisi beras dengan kadar air tinggi dan banyak menirannya. (23/11/20)
Joko Wiyono SH, saat ditemui media ini di kantor Ormas GANAS mengatakan, bila mutu beras bantuan sosial selama Covid 19 diduga kuat adalah permainan spekulan nakal untuk masuk di outlet E Warung, kita mensinyalir perbuatan itu sengaja dilakukan untuk meraup keuntungan yang lebih besar, misalnya untuk Harga Eceran Tertinggi standart Bulog beras premium sebesar Rp.9.200 per kilo dengan spek broken atau kerusakan hanya 5% menir hanya 1% dengan kadar air 14% sosoh 95%.
“Melihat kondisi yang ada dilapangan kita temukan beras sangat tidak layak, sulit dimasak, bila kurang air nasi jadi kaku kemratak, banyak air nasi jadinya lembek seperti bubur, ini mas keterangan dari warga penerima bansos beras.
Lebih lanjut Joko Wiyono SH menjelaskan informasi yang saya dapatkan untuk pengadaan beras bansos Pemkab Blitar memberikan standarisasi kepasa E Warung dengan nominal Rp.9.450 artinya bila para spekulan ini bermain sungguh sangat keterlaluan, kita punya patokan HET Bulog, seperti beras yang dibagikan ke masyarakat terkesan beras medium tetapi harganya Premium, contoh beras medium kategori broken 20- 23% HET Rp. 8.100,beras broken 15-20 % Rp.8.300, harga Rp.8.800 tingkat broken 10-1%.
Melihat kejadian yang seperti ini sungguh sangat pantas menjadi atensi kejaksaan Negeri Blitar, bila hal ini dilakuan karena ada unsur kerugian negara sangat besar, “kami Ormas GANAS akan mengawal temuan penyimpangan sampai finish hukuman penjara ya mas kami All Out,” pungkasnya.
Dilain pihak seorang nenek renta penerima bansos beras berusia 78 tahun warga kampung kumuh lingkungan Tangkil Beru Wlingi ditanya selain beras apakah kwalitasnya sama, seperi telur,buah,dan lainnya, nenek ini mengaku hanya beras saja yang kualitasnya jelek.
” Ya mas beras memang jelek, banyak menir, berkerikil, dan susah dimasak,”tuturnya(Adv/kmf/za)










