Padang – Masa pandemi Covid-19 ini bukan hanya berdampak pada kehidupan masyarakat, dan perekonomian secara global. Wabah ini pun mampu mempercepat perubahan iklim di sektor pendidikan, khususnya di Indonesia.
Dimana iklim pembelajaran yang semula didominasi klasikal menjadi non-klasikal atau dengan pembelajaran jarak Jauh. Banyak yang tidak siap dengan perubahan iklim ini.
“Ini juga terjadi di SMAN 6 Kota Padang, siap tidak siap kita harus melanjutkan pendidikan ini,kita berupaya bagaimana siswa tetap belajar, meski harus belajar jarak jauh (PJJ)”, kata kepala sekolah yang selalu ramah dan senyum dalam menerima tamu.
Kepala sekolah SMAN 6 Kota Padang Risdaneti, S.Pd., M.M menjelaskan kepada wartawan MP waktu bersilaturrahmi kesekolah pada hari ini,Sudah beberapa bulan melaksanakan proses belajar mengajar dilakukan secara daring maupun luring tentu ada kendala,tapi pihak sekolah tidak diam begitu saja dan kami selalu mencari solusi agar kendala yang dihadapi tidak menganggu kegiatan siswa untuk belajar meski siswa belajar dirumah.
Awal terjadi nya pandemi dan diberlakukan belajar dirumah itu memang agak repot dan susah karena kita belum mengerti,tapi setelah beberapa bulan kesini alhamdulillah sudah berjalan dengan lancar tanpa ada kendala, maupun melaksanakan ujian mid semester kemaren juga tidak ada kendala, kita menerapkan kepada siswa dan orang tua bagi anak yang tidak punya HP dan susah mendapatkan signal maupun susah beli paket datang kesekolah mengambil bahan pembelajaran sekali seminggu dengan mematuhi protukuler kesehatan, alhamdulilah SMAN 6 bisa menerapkan kerja sama yang baik antara guru, murid dan orang tua, pungkas .Risdaneti, S.Pd., M.M.(Bunga)










