Blitar – Selama pandemik covid-19 ini sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) banyak dikeluhkan oleh orang tua murid untuk membeli pulsa kuota internet bagi putra putriya, sejauh ini Pemerintah Kabupaten Blitar melalui Dinas Pendidikan tengah berupaya untuk mengusulkan ke Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Timur dan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan untuk memberikan solusi bagi anak didik mulai dari jenjang SD hingga SLTP.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar kepada awak media menyampaikan untuk Program ini Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Blitar sudah melakukan terobosan dengan berkirim surat untuk mengusulkan ribuan siswa di Kabupaten Blitar untuk memperlancar PJJ selama pandemic.
“Terkait Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) melalui daring, yang membutuhkan kuota internet bagi siswa SD–SLTP akan diusulkan mendapat bantuan dari pusat, kami saat ini sudah dalam tahap pendataan, seluruhnya siswa SD–SLTP kita usulkan,” ujar Budi, (25/09/2020).
Budi Kusuma juga menyampaikan lebih lanjut, bantuan kuota internet gratis tersebut yang masuk program usulanya yaitu untuk 3 bulan dimulai dari bulan Oktober sampai dengan nanti di bulan Desember 2020.
“Kami sudah melakukan pendataan dilembaga SD-SLTP masing masing sebanyak 70.737, jenjang pendidikan SD, dan untuk jenjang pendidikan SLTP sebanyak 32.956, sehingga jumlah keseluruhanya ada 103.693 siswa se Kabupaten Blitar,” jelasnya.
Pihaknya lebih lanjut menuturkan usulan pemberian jatah bantuan kuota internet gratis untuk membantu PJJ di saat pandemi Covid-19 ini, untuk siswa SD–SLTP sebesar 32 GigaByte (Gb) tiap bulan selama 3 bulan. Dengan harapan Jumlah kuota tersebut sudah cukup untuk belajar dan mengerjakan tugas selama sebulan, bahkan lebih dari cukup.
“ Kemudian bagi siswa yang rumahnya tidak ada jaringan internet, ada Program Guru Kunjung ke rumah salah satu siswa untuk belajar kelompok misal 5 orang. Selain PJJ secara daring, juga ada pembelajaran dengan metode Luring (Luar Daring), untuk membantu belajar dan memberikan tugas para siswa. Dengan jadwal waktu dan tempat ditentukan, sehingga guru akan berkeliling datang ke rumah siswa,” tandas Budi Kusuma.
Usulan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar diharapkan oleh Budi Kusuma secepatnya direstui oleh pemerintah pusat, tidak hanya kepada siswa Sekolah Dasa dan Siswa SMP saja,namjun pihak Dinas juga mengusulkan agar guru dan dosen juga diusulkan mendapat bantuan kuota internet gratis ini, perincianya 45 Gb dan dosen 50 Gb, untuk membantu kelancaran PJJ.
Bagaimana teknis penyampaian bantuan kuota internet gratis ini, sekolah mengirimkan data nomor Handphone (HP) siswa maupun guru dan dosen yang di uploade melalui aplikasi Dapodik. “Dasar pemberian bantuan, sesuai dengan nomer yang terdata. Diperkirakan bantuan akan terealisasi akhir September atau awal Oktober 2020, bagi siswa yang tidak punya HP bisa menggunakan HP orang tua untuk didaftar,” pungkasnya. (za)










